Kembali ke koleksi
Aksara Merdeka #1: Merdeka

MPC-0049 / Anarkisme

Aksara Merdeka #1: Merdeka

oleh Erwin Dewantoro

2016ID60 halamanIndependen

Dokumen ini merupakan sebuah zine independen yang berisi kumpulan tulisan manifesto, esai filosofis, pandangan sosio-politik, hingga wawancara terjemahan. Esai-esai di dalamnya berfokus pada gugatan terhadap tatanan modern, kapitalisme, serta ajakan untuk melakukan aksi langsung (direct action) dan membangun otonomi individu/kolektif. 1. Eksistensi, Kematian, dan Kehendak Bebas - Mengambil inspirasi filosofis dari Socrates dan Friedrich Nietzsche untuk mempertanyakan eksistensi manusia di tengah rutinitas dan jeratan peradaban modern. - Mengkritik masyarakat modern yang lari dari kenyataan kematian melalui komodifikasi dan hiburan semu, serta mengajak untuk "menerima kematian demi menghidupsi hidup secara utuh" (amor fati). 2. Kritik Peradaban dan Kapitalisme Modern - Dunia Tontonan (Spectacle): Mengutip Guy Debord dan Karl Marx, penulis menyoroti bagaimana pasar dan teknologi menciptakan ilusi kebahagiaan sehingga masyarakat terkecoh oleh komoditas dan gaya hidup konsumtif. - Pengontrolan Sejak Dini: Menjelaskan bagaimana kapitalisme dan institusi ("Monster Leviathan") mendisiplinkan anak-anak sejak usia dini melalui komersialisasi ruang bermain dan sistem pendidikan yang kaku. 3. Gugatan Terhadap Gerakan Formal & May Day - Mengkritik ritual perayaan May Day (Hari Buruh) dan demonstrasi mahasiswa yang dinilai terjebak dalam rutinitas seremonial yang stagnan. - Mendorong bentuk pengorganisiran langsung berbasis kolektif/afinitas, otonomi individu, serta taktik-taktik non-hierarkis ketimbang bergantung pada pahlawan atau elit organisasi politik/serikat buruh. 4. Aksi Langsung (Direct Action) dan Perlawanan Sosial - Mengajak pembaca melepaskan diri dari ketergantungan pada institusi negara/birokrasi dan mulai membangun solidaritas organik. - Mengulas berbagai gerakan resistensi global (seperti Zapatista di Chiapas, Rojava, gerakan anarkis di Yunani dan Italia) sebagai contoh nyata penerapan nilai-nilai otonomi dan swakelola. 5. Wawancara Terjemahan: John Holloway - Menyajikan wawancara dengan sosiolog Marxis John Holloway mengenai konsep "Change the World Without Taking Power" (Mengubah Dunia Tanpa Merebut Kekuasaan). - Holloway menekankan pentingnya menciptakan "retakan-retakan" (cracks) dalam sistem kapitalisme dengan membangun jaringan sosial non-kapitalis di luar logika uang dan negara.

Buka reader
LisensiPublisher Permission
Pemegang hak
DistribusiDiizinkan

01 / KATEGORI

Anarkisme

Buku ini berada dalam koleksi Anarkisme. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.

Lihat semua buku kategori ini
#Erwin Dewantoro#Nonfiksi#Sosial Politik#Filsafat Radikal#Anarkisme#Kontra Kultur#Zine Alternatif

02 / CONTENT MAP

Daftar isi

Daftar isi

Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.

READER TOOLS

Simpan & nilai

Masuk untuk menyimpan buku dan menulis ulasan. Masuk

COMMUNITY NOTES

Ulasan pembaca

/ 5

Belum ada ulasan.