
← Kembali ke koleksi
— / 5

MPC-0016 / Sejarah
Babad Basuki
Judul: Babad Basuki: Suntingan Teks dan Terjemahan Penulis: Amir Rochkyatmo Penerbit: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta (2002) Isi: Merupakan penyuntingan teks dan terjemahan dari naskah Jawa kuno/baru (Babad Basuki) yang menelusuri sejarah lokal Besuki. Asal-usul Pemukiman (Maduran): Berawal dari Ki Wirabrata, seorang pendatang dari Desa Tanjung, Pamekasan, Madura, yang pindah ke Jawa untuk membuka/membabat hutan. Setelah berhasil bercocok tanam, ia membawa keluarga serta kerabatnya dari Madura untuk tinggal bersama dan membendung pemukiman yang dinamakan Maduran. Ramalan dan Hubungan dengan Banger: Ki Wirabrata mendapat petunjuk dari Pangeran Kelir agar bersekutu dengan daerah Banger (Probolinggo) dan tidak tunduk kepada Tumenggung Senthong. Ketika pihak Senthong mencoba memaksa Ki Wirabrata untuk tunduk, terjadi perselisihan dan pertempuran yang dimenangkan oleh pihak Wirabrata. Ki Wirabrata akhirnya menyatakan tunduk dan mengabdi kepada Tumenggung Jalana di Banger. Perubahan Nama Menjadi Besuki: Anak dari Ki Wirabrata, yaitu Kasim (yang kemudian bergelar Wiradipura), menggantikan ayahnya mengabdi kepada Tumenggung Jalana. Karena ketekunan dan kesetiaannya, Tumenggung Jalana mengubah nama daerah Maduran menjadi Basuki. Wiradipura kemudian diangkat menjadi Demang di Basuki. Pusaka dan Kesaktian: Babad ini juga menceritakan beberapa kejadian gaib dan pencarian pusaka: Keris Swarakuning dan Gubet. Bende (gong kecil) bernama Si Gagak dan bendera pusaka bernama Si Kasmaran. Keris Tembarut yang didapatkan dari persahabatan dengan utusan Raja Bugis. Peran Politik dan Dinamika Kekuasaan: Besuki tumbuh sebagai kota penghubung dan pelabuhan penting di pesisir utara Jawa Timur. Demang Wiradipura (Demang Alus/Patih Basuki) membantu pihak Kumpeni (Belanda) dan Banger dalam berbagai pertempuran melawan Senthong, Lumajang, Panarukan, hingga Blambangan. Terjadi pula dinamika perpindahan pengaruh kekuasaan dari penguasa lokal, Kumpeni, hingga pengaruh pedagang Tionghoa (seperti Babah Padang dan Prawiraadiwijaya). Babad Basuki menjadi salah satu sumber sejarah lokal penting yang melengkapi narasi sejarah Jawa (seperti Babad Tanah Jawi), khususnya terkait sejarah pertumbuhan kawasan Besuki dan Bondowoso.
LisensiPublisher Permission
Pemegang hakBagian Proyek Pembinaan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Jakarta Pusat Bahasa
DistribusiDiizinkan
01 / KATEGORI
Sejarah
Buku ini berada dalam koleksi Sejarah. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.
Lihat semua buku kategori ini →02 / CONTENT MAP
Daftar isi
Daftar isi
Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.
COMMUNITY NOTES
Ulasan pembaca
Belum ada ulasan.



