
← Kembali ke koleksi
— / 5

MPC-0059 / Dongeng Classic
Beauty and the Beast
Kisah berawal dari seorang pedagang kaya raya yang memiliki enam putra dan enam putri. Kehidupan mereka mendadak berubah drastis saat rumah dan seluruh harta benda pedagang tersebut terbakar habis, ditambah dengan tenggelamnya kapal-kapal dagangnya. Mereka terpaksa pindah dan hidup sederhana di sebuah gubuk kecil di dalam hutan. Di antara anak-anaknya, putri terbungsu yang dipanggil Beauty adalah yang paling berhati mulia, ceria, dan rajin membantu keluarganya. Suatu hari, sang ayah mendengar berita bahwa salah satu kapalnya selamat dan tiba di pelabuhan. Sebelum berangkat, anak-anaknya meminta dibelikan gaun dan perhiasan mahal, sementara Beauty hanya meminta setangkai bunga mawar. Namun, sesampainya di kota, sang ayah tidak mendapatkan uang apa pun karena barang-barangnya telah dibagi oleh rekan dagangnya yang mengira ia sudah meninggal. Dalam perjalanan pulang di tengah badai salju yang lebat, sang ayah tersesat dan menemukan sebuah istana megah yang ajaib. Di dalam istana yang sepi tanpa penghuni tersebut, sudah tersaji makanan hangat dan tempat beristirahat untuknya. Saat hendak pulang keesokan harinya, ia melewati taman dan memetik setangkai mawar untuk Beauty. Tiba-tiba, muncul sosok monster mengerikan (Beast) yang marah besar atas pemetik mawar itu. Beast bersedia mengampuni nyawa sang ayah dengan syarat salah satu putrinya harus datang secara sukarela untuk tinggal di istana. Beauty yang merasa bersalah akhirnya memutuskan berangkat ke istana Beast. Meskipun awalnya merasa takut, Beauty mendapati bahwa Beast memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh perhatian. Selama tinggal di istana, Beauty kerap bermimpi bertemu seorang pangeran tampan yang memohon untuk diselamatkan dan memintanya agar tidak percaya pada penampilan luar semata. Setiap malam, Beast selalu melamar Beauty, tetapi Beauty selalu menolaknya secara halus. Ketika Beauty diizinkan pulang selama dua bulan untuk mengunjungi ayahnya yang sakit, ia tanpa sengaja tinggal melebihi batas waktu yang dijanjikan. Melalui mimpinya, Beauty melihat Beast terbaring sekarat di taman istana karena kesedihan. Beauty segera kembali menggunakan cincin ajaibnya dan menemukan Beast nyaris tewas. Sambil menangis, Beauty menyadari betapa ia mencintai Beast dan berjanji akan menikahinya. Seketika itu juga, sihir yang mengutuk Beast terputus. Beast berubah kembali menjadi pangeran tampan—sosok yang selama ini hadir dalam mimpi-mimpi Beauty. Pangeran tersebut ternyata dikutuk oleh penyihir dan hanya bisa bebas jika ada seorang gadis tulus yang mau mencintainya apa adanya. Cerita berakhir dengan pernikahan Beauty dan sang Pangeran yang hidup bahagia selamanya.
LisensiPublisher Permission
Pemegang hakProject Gutenberg
DistribusiDiizinkan
01 / KATEGORI
Dongeng Classic
Buku ini berada dalam koleksi Dongeng Classic. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.
Lihat semua buku kategori ini →02 / CONTENT MAP
Daftar isi
Daftar isi
Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.
COMMUNITY NOTES
Ulasan pembaca
Belum ada ulasan.




