
← Back to collection
— / 5

MPC-0052 / Hukum & Hak Asasi Manusia
Feminisme, Islam, dan Islam Feminis: Bagaimana Islam Memandang Feminisme dan Kekerasan
Buku ini merupakan kompilasi dari dua esai kritis yang mengulas persimpangan antara Islam, kesetaraan gender/feminisme, serta dinamika sosial-politik yang melingkupinya: Bagian 1: Antara Tidak Memadai dan Ketidakniscayaan (Fatima Seedat) - Gugatan Terhadap Label "Feminisme Islami": Fatima Seedat meneliti perjumpaan antara Islam dan feminisme. Ia menilai bahwa pelabelan otomatis terhadap perjuangan kesetaraan perempuan Muslim sebagai "feminisme Islami" adalah sebuah konstruk analitis berbasis Eropa/Barat yang tidak memadai. - Bahaya Hegemoni & Asimilasi: Pembingkaian ini sering kali menghapus perbedaan paradigmatik dan melanggengkan kacamata Barat/kolonial. Banyak ilmuwan dan tokoh Muslim (seperti Asma Barlas dan Amina Wadud) justru menolak label feminis walaupun mereka menggunakan metode kritis. - "Menerima Islam Begitu Saja": Seedat mengusulkan pendekatan alternatif yang mempertahankan "jarak kritis". Kesadaran akan kesetaraan gender sebenarnya sudah mengakar dalam sejarah, teks Al-Qur'an, dan tradisi Islam itu sendiri tanpa harus bergantung pada metanarasi Pencerahan Barat atau arus sekuler. Bagian 2: Islam, Perempuan, dan Kekerasan (Anna King) - Politik Gender dan Kekerasan: Anna King mengulas posisi perempuan Muslim di tengah tarikan politik pascakolonial, kebangkitan puritanisme/militansi (seperti Wahhabisme), serta tekanan Barat pasca-9/11. - Studi Kasus di Pakistan & Inggris: Menguraikan ketimpangan hukum (seperti Ordonansi Hudood di Pakistan) yang kerap mengkriminalisasi korban kekerasan seksual dan membiarkan honor killing (pembunuhan demi kehormatan) serta pernikahan paksa. Di sisi lain, diperlihatkan pula perjuangan diaspora perempuan Muslim di Inggris. - Menentang Esensialisme: King mengkritik perspektif Orientalisme Barat yang menganggap perempuan Muslim hanya sebagai korban tanpa daya, sekaligus mengecam penindasan berkedok agama oleh kelompok fundamentalis. Ia menyoroti keberanian para aktivis Muslim yang berjuang menegakkan HAM, demokrasi, dan keadilan sosial langsung dari dalam akar tradisi Islam.
LicensePublisher Permission
Rights holder—
DistributionAllowed
01 / CATEGORY
Hukum & Hak Asasi Manusia
This book belongs to the Hukum & Hak Asasi Manusia collection. Explore more titles with a similar theme.
Browse all books in this category →02 / CONTENT MAP
Table of contents
Table of contents
A table of contents is not available for this book yet.
COMMUNITY NOTES
Reader reviews
No reviews yet.




