Kembali ke koleksi
Habis Gelap Terbitlah Terang

MPC-0039 / Otobiografi Epistolari

Habis Gelap Terbitlah Terang

oleh Raden Adjeng Kartini (dikumpulkan oleh Mr. J. H. Abendanon dan diterjemahkan/dimelajukan oleh Empat Saudara)

1922ID473 halamanBalai Poestaka

Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" (Door duisternis tot licht) ini merupakan kumpulan surat-surat karangan Raden Adjeng Kartini yang dikumpulkan oleh Mr. J. H. Abendanon (Mantan Direktur Pendidikan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda) dan diterjemahkan ke bahasa Melayu oleh Empat Saudara, lalu diterbitkan oleh Balai Poestaka pada tahun 1922. Tujuan Penerbitan Buku: Mr. J. H. Abendanon mengumpulkan dan menerbitkan surat-surat R.A. Kartini agar masyarakat Belanda maupun kaum Bumiputera memahami pentingnya memajukan pendidikan bagi perempuan Jawa. Pendidikan perempuan dianggap kunci utama karena dari perempuanlah pendidikan pertama anak-anak dimulai. Hasil keuntungan penjualan buku ini dialokasikan untuk mendirikan Sekolah Kartini. Korespondensi dan Tokoh Tujuan: Kartini berkirim surat dengan berbagai tokoh dan sahabat di Eropa/Belanda, seperti Nona E. H. Zeehandelaar (Nyonya Hartshalt), Nyonya M. C. E. Ovink-Soer, Tuan & Nyonya Prof. Dr. G. K. Anton, Tuan Dr. N. Adriani, Nyonya H. G. de Booij-Boissevain, Tuan & Nyonya van Kol, serta keluarga Abendanon. Perjuangan dan Citra Pergerakan: Kartini merindukan kebebasan, kesetaraan, dan kemajuan bagi perempuan pribumi agar terlepas dari belenggu adat kuno yang mengikat. Beliau ingin melepaskan anak perempuan Jawa dari tradisi pingitan dan pernikahan paksa, sehingga mereka bisa menjadi mitra yang setara bagi suami serta ibu yang terdidik. Meski menginginkan perubahan besar, Kartini tetap sangat menghormati dan tidak ingin melukai hati kedua orang tuanya. Pengaruh pada Keluarga: Pemikiran Kartini perlahan berhasil melunakkan dan mengubah pandangan bapaknya (Regen Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat), ibunya, serta saudara-saudaranya hingga mereka mendukung cita-citanya. Wafatnya R.A. Kartini: Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904, hanya beberapa hari setelah melahirkan putranya (Raden Mas Singgih). Pemikirannya dikenang sebagai fajar yang menyingsing, membawa bangsa Hindia keluar dari kegelapan menuju cahaya kemajuan.

Buka reader
LisensiPublisher Permission
Pemegang hak
DistribusiDiizinkan

01 / KATEGORI

Otobiografi Epistolari

Buku ini berada dalam koleksi Otobiografi Epistolari. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.

Lihat semua buku kategori ini
#Balai Poestaka#Raden Adjeng Kartini#RA Kartini

02 / CONTENT MAP

Daftar isi

Daftar isi

Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.

READER TOOLS

Simpan & nilai

Masuk untuk menyimpan buku dan menulis ulasan. Masuk

COMMUNITY NOTES

Ulasan pembaca

/ 5

Belum ada ulasan.