Kembali ke koleksi
Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme

MPC-0050 / Sosiologi Politik

Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme

oleh Ir. Soekarno

1963ID33 halamanJajasan "Pembaruan", Djakarta

Buku ini merupakan salah satu karangan monumental Soekarno muda yang berupaya merumuskan sintesis dan strategi persatuan untuk pergerakan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Barat. Soekarno menganalisis tiga arus ideologi utama yang mempengaruhi perjuangan rakyat Asia, khususnya Indonesia: 1. Latar Belakang & Akar Perjuangan - Pergerakan rakyat Asia timbul dari ketidakpuasan atas nasib politik dan ekonomi akibat kolonialisme Barat, yang pada hakikatnya didorong oleh eksploitasi rezeki (sumber daya). - Tiga pilar ideologi gerakan rakyat—Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme—memiliki muara dan musuh bersama yang sama, yaitu Imperialisme dan Kapitalisme Barat. 2. Gagasan Utama Perundingan Ketiga Ideologi - Nasionalisme: Mendorong rasa percaya diri bangsa. Soekarno menekankan bahwa nasionalisme yang dianut haruslah "Nasionalisme-ke-Timur-an" yang berlandaskan rasa cinta manusia dan kemanusiaan (seperti ajaran Mahatma Gandhi), bukan jingo-nationalism atau chauvinisme Barat yang sempit dan agresif. - Islamisme: Menjelaskan bahwa Islam yang sejati mengandung sifat sosialistis dan mewajibkan pemeluknya membela tanah air tempat mereka tinggal (Darul-Islam). Soekarno menentang anggapan bahwa Islam anti-nasionalis atau anti-sosialis, serta menyoroti larangan riba/bunga sebagai bentuk perlawanan terhadap meerwaarde (nilai lebih) dalam kapitalisme. - Marxisme: Mendorong Marxisme di Asia untuk menerapkan taktik baru yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Marxisme Asia tidak seharusnya memusuhi agama atau gerakan kebangsaan, melainkan harus mendukung perjuangan kemerdekaan/otonomi nasional (nationale autonomie) bersama kelompok klein burgerlijk untuk meruntuhkan feodalisme dan modal asing. 3.Pesan Utama ("Kapal Persatuan") - Soekarno menyerukan agar ketiga golongan menghentikan pertikaian saudara yang hanya memperlemah pergerakan. - Kunci terciptanya persatuan adalah kemauan untuk saling memberi dan menerima ("saling tenggang rasa") demi mencapaian satu cita-cita utama: Indonesia Merdeka.

Buka reader
LisensiPublisher Permission
Pemegang hak
DistribusiDiizinkan

01 / KATEGORI

Sosiologi Politik

Buku ini berada dalam koleksi Sosiologi Politik. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.

Lihat semua buku kategori ini
#Ir. Soekarno#Nasionalisme#Islamisme#Marxisme

02 / CONTENT MAP

Daftar isi

Daftar isi

Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.

READER TOOLS

Simpan & nilai

Masuk untuk menyimpan buku dan menulis ulasan. Masuk

COMMUNITY NOTES

Ulasan pembaca

/ 5

Belum ada ulasan.