
← Back to collection
— / 5

MPC-0047 / Fiksi Seni
Veritas Dolor: Sang Pembohong Jujur, Bonang P. Sirait
Buku ini disusun dalam bentuk pseudo-esai (esai fiktif yang dikemas dengan gaya penulisan ilmiah/akademis) yang membahas secara provokatif isu-isu seputar plagiarisme, orisinalitas, otentisitas, dan pemalsuan karya seni. 1. Gagasan tentang "Penyalinan yang Salah" & Plagiarisme: - Di bagian Prakata, Tida Wilson berargumen bahwa penyalinan—dan khususnya "kesalahan penyalinan" (seperti mutasi dalam DNA)—adalah strategi dasar evolusi, baik dalam biologi maupun budaya. - Penulis menyatakan bahwa plagiarisme, peminjaman ide, dan manipulasi karya justru diperlukan bagi kemajuan dan perkembangan gagasan baru dalam seni dan sastra. 2. Kisah Sosok Bonang P. Sirait: - Narasi utama berfokus pada sosok fiktif bernama Bonang P. Sirait (atau Bó), seorang seniman/imigran asal Indonesia di Guangzhou/Dafen, Cina. - Bonang berprofesi sebagai pembuat lukisan tiruan (imitator/pemalsu). Ia secara gamblang menegaskan bahwa ia menyempurnakan kebohongan demi menyambung hidup dan menolak romantisasi "orisinalitas" serta hak cipta. - Skandal muncul ketika sebuah sketsa Don Quixote (yang mirip dengan sketsa ikonik tahun 1955 karya Pablo Picasso) ditemukan di Georgia dan diklaim otentik oleh para ahli. Namun, catatan Bonang mengindikasikan bahwa sketsa tersebut adalah hasil buatannya. 3. Diskusi Intertekstual & Filsafat Seni: - Penulis membandingkan kasus Bonang dengan fenomena dan konsep intertekstual lain dalam sejarah sastra/seni, seperti karakter Pierre Menard karya Jorge Luis Borges (yang menulis ulang novel Don Quixote persis kata demi kata) dan eksperimen penulis Argentina Pablo Katchadjian. - Mengutip pandangan Walter Benjamin mengenai hilangnya "aura" karya seni akibat reproduksi massal, esai ini mempertanyakan kembali: apakah status "asli" dan "palsu" dalam seni modern hanyalah konstruksi harga dan komodifikasi semata? 4. Refleksi Kritis (Catatan Pembaca): - Di bagian akhir, terdapat catatan pembaca yang mengaitkan fenomena ini dengan fiksi (seperti pandangan Mario Vargas Llosa), di mana fiksi dan "cerita bohong" menjadi ruang bebas manusia untuk mengeksplorasi realitas di luar batasan kebenaran tunggal. , dan Farhan Aditya Harmen
LicensePublisher Permission
Rights holder—
DistributionAllowed
01 / CATEGORY
Fiksi Seni
This book belongs to the Fiksi Seni collection. Explore more titles with a similar theme.
Browse all books in this category →02 / CONTENT MAP
Table of contents
Table of contents
A table of contents is not available for this book yet.
COMMUNITY NOTES
Reader reviews
No reviews yet.




